Cara Mencegah Kenaikan Asam Lambung

Cara Mencegah Kenaikan Asam Lambung

02/02/2021 Off By docmia

www.docmiami.orgCara Mencegah Kenaikan Asam Lambung. Kenaikan asam lambung terjadi ketika isi perut anda naik menuju esofagus menuju kerongkongan, terkadang meyebabkan terjadinya radang pada esofagus masalah ini terjadi ketika sfingter esofagus di bagian bawah (lower esophageal sphincter atau LES) mengendurnya jalan masuk pada perut. Dokter memperkirakan bahwa 10-20% penduduk amerika mengalami kenaikan asam lambung, dan 65% orang dewasa mengalami heartburn pada saat yang sama, yaitu terjadfinya pembakaran di dalam perut dan dada. Heartburn adalah terjadinya gejala paling umum dari kenaikan asam lambung. Gejala lain terjadinya nyeri pada dada, muntah, suara serak, dan batuk. Kemungkinan asam lambung yang di derita dapat menyebabkan cidera pada esofagus dan berkontribusi pada adenokarsinoma (salah satu bentuk kangker). banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan asam lambung, seperti obesitas, alkohol, merokok, dan terlalu banyak konsumsi kafeina. Kabar baiknya, ada banyak hal yang bisa di lakukan untuk mencegaH dan mengurangi terjadinya kenaikan asam lambung. Bahkan asam lambung juga sering di duga sebagai serangan jantung atau penyakit jantung koroner dikarenakan datangnya juga terdapat pada sekitaran dada. Biasanya gejala tersebut terjadi sekitar dua kali dalam jangka dua minggu.

Ada beberapa metode yang bisa anda hindari dan lakukan untuk mencegah terjadinya asam lambung. Diantaranya adalah sebagai berikut.

Metode 1 dari 3:

Mengubah Diet.

1. Hindari makanan berlemak. Makanan berlemak akan susah di cerna dalam tubuh dan akan menyumbat sistem pencernaan, kemungkinan makanan tersebut akan kembali ke esofagus dan inilah yang biasa di sebut dengan asam lambung. Hindarilah makanan seperti:

  • Produksi susu berlemak penuh seperti mentega, keju biasa, krim susu, dan susu murni
  • Lemak binatang seperti minyak atau lemak babi
  • Makanan yang di goreng seperti kentang goreng, bawang bombay goreng, dan ayam goreng
  • Cemilan yang mengandung lemak tinggi dan tidak mengandung nilai gizi seperti kripik kentang, permen, atau es krim

2. Hindarilah makanan asam. Asam lambung dapat di akibatkan oleh makanan asam. Buah-buahan jeruh adalah beberapa makanan yang paling asam. Ini tidak berarti anda harus menghindari sepenuhnya dari diet anda, tetapi anda juga harus memperhatikan konsumsi dari makanan seperti:

  • Tomat, salsa, saus tomat, jeruk, anggur, nanas, lemon, dan jeruk nipis.
  • Selain itu, cuka adalah asam yang biasanya di pakai untuk membumbui masakan dan dapat memperparah naiknya asam lambung.

3. Kurangi asupan coklat berlebih. Jika anda mengkhawatirkan dengan kenaikan asam lambung, mungkin anda juga perlu mengurangi jumlah konsumsi coklat yang anda maka. Dikarenakan bahan coklat mengandung zat yang disebut methylxanthine, yang akan mengendurkan otot pada esofagus.

  • Bila bagian bawah esofagus terbuka, anda kemungkinan signifikan bahwa makanan pada perut akan naik kembali.

4. Kurangi bawang merah, bawang bombay dan bawang putih. bawang putih akan membuat anda sakit perut dan kembung. Oleh karena itu, bawang dapat menyebabkan resiko naiknya asam lambung. Terlalu banyaknya orang yang sering mengalami naiknya asam lambung juga mendapati bahwa gejala mereka akan lebih buruk ketika mereka mengkonsumsi makan bawang mentah

5. Jauhi makanan pedas. Peneliti memperdebatkan apakah santapan pedas bisa memang menimbulkan peningkatan asam lambung. Namun apa pun keadaannya, banyak orang menciptakan kalau santapan pedas bisa membuat mereka sakit perut.

  • Beberapa contoh santapan pedas antara lain jalapeno, paprika, cabe, serta saus pedas( tabasco, sriracha, serta sejenisnya).
  • Bila Kalian rentan alami ekskalasi asam alat pencernaan, Kamu butuh melindungi agar perut Kamu selalu nyaman.Maksudnya Kamu wajib menjauhi hidangan apa pun, seperti hidangan pedas, yang dapat mengakibatkan sakit perut. 

6. Kurangi minuman berkarbonasi. Minuman berkarbonasi penuh dengan gelembung. Jenis minuman ini mungkin terlihat menggiurkan dalam kemasan atau botol, akan tetapi penting untuk diingat bahwa gelembung tersebut akan terus mendesis di dalam tubuh bagian dalam perut Anda.

  • Karbonasi mengakibatkan terbentuknya tekanan di bagian dalam perut. Kondisi ini mengakibatkan dorongan dalam isi perut kembali ke esofagus, sehingga menyebabkan kenaikan asam lambung.

7. Makanlah porsi yang lebih kecil. Jika Anda membatasi diri untuk memakan makanan dalam porsi yang lebih kecil, maka perut akan lebih mudah mencerna apa pun yang Anda masukkan. usus yang tidak memiliki banyak tekanan yang harus dicerna dengan cepat kemungkinannya tidak akan mendorong makanan yang anda makan tersebut untuk kembali ke esofagus.

  • Bila Kamu sedang lapar kala mengganti jatah santapan jadi lebih kecil, pikirkan untusark memakan 6 jatah santapan yang lebih kecil dalam satu hari dari 3 jatah. Pastikan tiap jatah yang Kamu makan memiliki kurang lebih 300 hingga 400 kalori. 

8. Metode yang bagus buat kurangi meningkatnya asam lambung yaitu makan makanan

  • Makanlah hidangan rendah asam. kecil yang dibikin dari masakan rendah lemak 

Asam yang Kamu konsumsi bakal memperbanyak asam dalam perut. Beberapa contoh makanan rendah asam adalah:

  • Sayuran berdaun hijau
  • Melon
  • Pisang
  • Oatmeal
  • Tahu
  • Adas
  • Peterseli
  • Beras

Baca Juga: Apa Itu Kolesterol? Ini Gejala, Penyebab, Cara Mencegah dan Mengobatinya

Metode 2 dari 3

Membuat perubahan gaya hidup

1. Kurangi berat badan.Kegemukan merupakan suatu aspek resiko utama dalam ekskalasi asam alat pencernaan. Bila Kamu kelebihan berat tubuh ataupun kegemukan, Kamu wajib kurangi beberapa kilo bila  ingin menghindari kenaikan asam lambung. Makan segar serta berolahraga merupakan 2 rute penting untuk kurangi berat tubuh. 

  • Pertahankan diet yang sehat. Usahakan makan empat sehat lima sempurna (buah, sayur, protein tanpa lemak, serealia utuh, dan produk susu rendah lemak) setiap hari.Jauhi lemak kurang baik yang tercantum dalam masakan yang digoreng, permen, serta masakan  yang mengandung nol kalori.
  • Olahraga secara teratur. Dokter mengusulkan agar Kamu berolahraga setidaknya tidak 30 menit, 4 sampai 5 hari dalam seminggu.Bila dicoba dengan tidak berubah- ubah, berolahraga bisa menolong Kamu kurangi berat tubuh.  Cobalah olahraga jalan kaki, lari, bersepeda, berenang, atau lintas alam. Kamu juga bisa berangkat ke gym serta berdialog dengan instruktur kesehatan. pembimbing bisa menolong menata konsep berolahraga yang tepat buat keinginan Kamu. 

2. Berhenti merokok. Tidak hanya permasalahan kesehatan lain yang disebabkannya, merokok bisa memainkan bagian dalam ekskalasi asam pada alat pencernaan.  Ini karena asap rokok dapat merusak membran lendir dalam tubuh.

  • Merokok juga dapat meningkatkan jumlah asam yang diperoleh perut Kamu.  Berikutnya, rokok juga melenturkan otot yang mengizinkan masakan naik kembali  ke esofagus.

3. Jangan langsung berbaring setelah makan. Pada saat makan, hidangan yang masuk bakal menuruni esofagus serta merambah perut.  Gravitasi mempertahankan makanan dalam perut, sehingga akan lebih sulit untuk kembali menuju arah yang salah. Ketika berbaring, Anda menolak tarikan gravitasi tersebut.

  • Tiduran memperbesar kemungkinan santapan mengarah ke arah yang salah serta naik kembali menuju tenggorokan, alhasil menimbulkan heartburn serta menaiknya asam alat pencernaan. 
  • Hal terbaik yang harus dilakukan setelah makan sebenarnya adalah berjalan-jalan. Jalan kaki singkat akan membuat perut Anda mulai mencerna.

4. Jaga posisi kepala serta pundak supaya terletak di atas pada saat Kamu tidur . Jika Anda khawatir akan mengalami kenaikan asam lambung, mungkin Anda perlu mengganjal kepala dan bahu ketika berbaring.

  • Melindungi supaya posisi bagian badan di atas kaki senantiasa terletak di atas akan menolong makanan.  agar tetap di dalam perut sampai dicerna, tidak kembali menuju esofagus.

5.Kenakan pakaian longgar. Ketika Anda mengenakan pakaian ketat, bahan kain, garis pinggang, atau ikat pinggang dapat menambah tekanan pada perut. Perut akan tertekan ketika sedang mencoba mencerna.

  • Tekanan tambahan ini mungkin terlalu berlebihan untuk perut Anda, dan makanan yang baru Anda makan mungkin akan kembali ke esofagus.

Baca Juga: COVID-19, Kemendikbud Berikan Keringinan Uang Kuliah Mahasiswa

Metode 3 dari 3

Menggunakan obat

1. Cobalah antasida bebas resep. Obat ini bertindak sebagai penetral dalam perut. Antasida mengurangi asam dengan melawan menggunakan sifat dasarnya (berlawanan dengan asam). Anda dapat mendapatkan antasida tanpa resep dan meminumnya apabila dibutuhkan.

  • Antasida yang umum antara lain Mylanta, Tums, Caltrate, Maalox, dan Mi-Acid.

2. Minum H2 blocker setiap sebelum makan. H2 blocker mengurangi jumlah asam yang dihasilkan perut untuk membantunya mencerna makanan. Mungkin ini terdengar seperti ide buruk, tetapi H2 blocker sebenarnya tidak memiliki banyak efek pada sistem pencernaan. Obat ini justru mengurangi kenaikan asam lambung.

  • Pepcid, Axid, dan Zantac adalah beberapa bentuk H2 blocker paling umum.
  • Obat-obatan yang dapat dibeli tanpa resep ini tidak menyebabkan bahaya jika Anda meminumnya secara langsung dan Anda benar-benar mengalami kenaikan asam lambung. Obat ini tidak akan membantu jika Anda menderita kondisi lain yang keliru Anda anggap sebagai kenaikan asam lambung.
  • Jika ini adalah pengalaman pertama Anda dengan kenaikan asam lambung, berkonsultasiah dengan dokter sebelum minum obat-obatan ini. Masalahnya di sini bukanlah efek samping negatif atau kemungkinan bahaya. Konsultasi dengan dokter bermaksud untuk menentukan apakah Anda memilih obat terbaik untuk masalah Anda.

3. Bicaralah dengan dokter tentang kemungkinan mencoba inhibitor pompa proton. Obat ini, seperti H2 blocker, mencegah perut menghasilkan terlalu banyak asam. Ketika perut memuat banyak asam, Anda memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengembangkan asam lambung.

  • Omeprazole (Prilosec), Prevacid, dan Protonix adalah beberapa inhibitor pompa proton paling umum.
  • Jika dokter yakin Anda mengalami kenaikan asam lambung, ia kemungkinan akan meresepkan Omeprazole. Biasanya obat ini adalah pilihan pertama, sering kali diresepkan sebelum pengujian tambahan apa pun. Jika kondisi asam lambung Anda lebih baik setelah minum obat ini, berarti diagnosisnya dapat dikonfirmasi. Jika Anda terus mengalami masalah ini, maka dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan lain.

4. Perkuatlah esofagus dengan obat prokinetik. Obat ini dapat membantu memperkuat spingter esofagus bagian bawah. Spingter ini adalah katup kecil di ujung esofagus yang mempertahankan makanan agar tetap berada dalam perut. Prokinetik juga membantu perut kosong lebih cepat. Obat ini mengurangi mual dan muntah.

  • Urecholine dan Reglan adalah dua jenis prokinetik yang paling umum.
  • Jika pengobatan lain tidak efektif, dokter mungkin dapat mencoba menambahkan obat ini untuk menghasilkan kombinasi efek. Sebagai contoh, Urecholine biasanya digunakan dalam terapi kombinasi untuk kenaikan asam lambung ketika obat lain tidak berhasil. Dokter akan mendapatkan kombinasi dan program pengobatan yang berhasil untuk Anda.
  • Obat prokinetik mungkin memiliki efek samping. Efek sampingnya antara lain kelelahan, mengantuk, depresi, gelisah, dan masalah dengan gerakan fisik.

5. Pertimbangkan operasi. Jika obat tidak bekerja atau Anda menderita kerusakan esofagus karena asam lambung kronis, mungkin Anda harus menjalani operasi. Prosedur utamanya disebut fundoplication.

  • Operasi ini mengharuskan pembungkusan perut bagian atas di sekitar spingter esofagus bagian bawah (LES). Tindakan ini membantu pencegahan naiknya asam lambung melalui LES.
  • Secara umum, pasien dapat meninggalkan rumah sakit dalam 1-3 hari dan kembali bekerja dalam 2-3 minggu.
  • Pasien yang membutuhkan inhibitor pompa proton selama lebih dari 10 tahun harus mempertimbangkan operasi sebagai solusi yang lebih efektif dari segi biaya.

Diagnosis asam lambung.

Gejala asam lambung yang naik dianggap sebuah penyakit jika muncul paling tidak satu atau dua kali dalam jangka waktu seminggu.

Untuk mendiagnosis penyakit ini terdapat beberapa langkah yang akan diambil dokter.

Pemeriksaan fisik dan beberapa langkah diagnosis lainnya akan ditempuh sebagai pertolongan pertama, namun untuk pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan, seperti:

– Elektrokardiogram (EKG)

Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat apakah ada serangan jantung atau penyakit jantung koroner.

Hal ini disebabkan gejala yang ditimbulkan kedua penyakit ini mirip yaitu nyeri di bagian dada.

– Gastroskopi

Pemeriksaan lanjutan ini memanfaatkan alat khusus seperti selang berkamera, untuk mendeteksi peradangan pada kerongkonan akibat naiknya asam lambung.

Hasil dari proses ini akan diperiksa di awah mikroskop.

– Manometri Esofagus

Proses yang satu ini sebenarnya mengukur kekuatan otot kerongkongan.

Tes ini dilakukan untuk memeriksa irama gerakan otot saat pengidapnya sedang menelan.

– Foto Rontgen

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat rongga saluran pencernaan atas dan lapisannya.

Hasil dari proses ini akan terlihat apabila ada peradangan atau penyempitan kerongkongan yang dialami pengidapnya.

– Pengukuran Tingkat Keasaman Kerongkongan

Proses penanganan yang satu ini juga efektif untuk mengetahui penyakit asam lambung dengan menggunakan selang yang terhubung ke komputer.

Tes ini dilakukan dengan memasukkan selang atau kateter ke dalam kerongkongan untuk mengukur tingkat keasaman salah satu bagian mulut ini saat pengidapnya tengah melakukan aktivitas sehari-hari.

Terlebih penting Selain melakukan cara-cara di atas, Anda juga sebaiknya menghindari makanan penyebab naiknya asam lambung, seperti makanan yang digoreng, berlemak, pedas, atau asam. Kurangi juga asupan alkohol, teh, kopi, dan minuman berkarbonasi seperti soda.

Beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah asam lambung naik adalah meredakan stres dengan yoga atau meditasi, mengunyah permen karet setelah makan, dan mengenakan pakaian yang longgar.

Perubahan pada pola makan dan gaya hidup dapat menjadi cara mencegah asam lambung naik yang efektif. Selain itu, jika Anda mendapatkan obat-obatan dari dokter, konsumsilah obat-obatan tersebut sesuai anjuran.

Kenali juga gejala-gejala asam lambung. Gejala utama yang ditimbulkan dari penyakit asam lambung yaitu munculnya rasa panas atau terbakar di bagian dada (hearthburn), bahkan bertambah parah setelah makan atau saat berbaring.Tidak hanya itu, terdapat beberapa tanda yang lainnya jika asam lambung naik di antaranya:

  • Sering bersendawa
  • Mual disertai muntah
  • Muncul rasa asam dan pahit di kerongkongan dan mulut
  • Kesulitan menelan
  • Batuk terus menerus di malam hari
  • Timbul bau yang tidak sedap ketika bernapas
  • Gigi menjadi rusak
  • Maag dan sesak napas

Gejala penyakit asam lambung dengan kadar ringan hanya akan terjadi satu atau dua kali dalam sebulan, sehingga tidak memerlukan penanganan khusus.

Apabila gejala asam lambung naik tidak juga membaik meski telah menerapkan cara-cara di atas dan obat-obatan dari dokter pun tidak membantu, sebaiknya Anda segera berkonsultasi kembali ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat.

Peringatan

  • Jika Anda berpikir sepertinya Anda mengalami kenaikan asam lambung, segeralah berbicara dengan dokter sehingga kondisi Anda dapat dikendalikan.
  • Untuk menghindari asam lambung kumat di malam hari, lebih baik Anda makan secukupnya, tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu sedikit atau tidak makan sama sekali. Lalu jangan lupa, perhatikan jenis makanan yang dipilih
  • Hindari memakai pakaian yang ketat, terutama di sekitar perut. Tinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan beberapa bantal di kepala Anda. Itu akan mempersulit asam lambung naik ke kerongkongan, dan Jangan merokok setelah makan.

Sekarang sudah tahu kan penyebab masalah asam lambung sering kambuh? Saat perut bergejolak, sebelum berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat mengandalkan obat antasida, baik tablet kunyahnya maupun yang cair, untuk menetralkan asam lambung. Akan tetapi, jika gejala tak kunjung membaik, jangan tunda untuk konsultasi ke dokter.