9 Fenomena Alam yang Terjadi di Awal Tahun Ini

9 Fenomena Alam yang Terjadi di Awal Tahun Ini

22/01/2021 Off By docmia

9 Fenomena Alam yang Terjadi di Awal Tahun Ini

9 Fenomena Alam yang Terjadi di Awal Tahun Ini

CNN indonesia

Fenomena Alam  – Beberapa kejadian Fenomena Alam ini membuat setidak nya masyarakat was was akan kejadian Fenomena tersebut, ada yang meyakini adanya tanda terjadinya bencana cepat atau lambat.
berikut kami rangkum beberapa Fenomena Alam yang telah terjadi di berbagai tempat yang perlu anda ketahui.

1. Ikan-Ikan Terdampar di Pantai Teluk Penyu Cilacap

Ikan-Ikan Terdampar di Pantai Teluk Penyu Cilacap

solopos.com

Media sosial digegerkan fenomena banyaknya ikan yang terdampar di Pantai Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap. Fenomena yang terjadi dalam dua hari terakhir, Selasa (5/1/2020) dan Rabu (6/1/2020) sore.

Peristiwa itu bahkan sempat terekam video dan tersebar di jejaring media sosial, terutama grup Whatsapp (WA).

Fenomena ini pun sempat menghadirkan kekhawatirkan bagi sebagian warga Cilacap. Mereka khawatir fenomena ribuan ikan yang terdampar di Pantai Teluk Penyu tersebut sebagai pertanda bakal datangnya bencana besar seperti tsunami.

Menanggapi hal itu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Tunggul Wulung atau BMKG Cilacap, Taruna Mona Rachman, meminta masyarakat tidak perlu khawatir.

Ia menilai fenomena ribuan ikan yang terdampar di Pantai Teluk Penyu Cilacap tersebut bukanlah pertanda tsunami.

“Memang saat ini kan kita sering dihebohkan dengan isu bakal adanya tsunami besar di selatan Laut Jawa. Tapi, fenomena ikan terdampar itu bukan bagian dari tanda-tanda tsunami. Kalau tsunami itu biasanya diawali dengan gempa bumi,” ujar Mona saat dilansir dari Semarangpos.com, Beberapa waktu lalu.

Mona juga meminta masyarakat untuk tidak perlu khawatir dan risau menanggapi isu tsunami tersebut.

“Yang penting bagi kita harus meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi bencana. Enggak perlu khawatir yang berlebihan, justru akan mengganggu aktivitas,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Data dan Informasi BMKG Jateng, Iis Widya Harmoko, mengaku ada beberapa analisis penyebab ribuan ikan tersebut terdampar di pantai.

“Analisis pertama kemungkinan ada puting beliung di laut atau water spout yang menyedot air dan ikan ikut terhempas ke tempat lain. Selain itu, bisa juga disebabkan gempa yang menyebabkan air laut jadi surut,” imbuh Iis.

Meski demikian, Iis menyebut di Cilacap tidak ada gempa dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, lokasi terdamparnya ikan juga terjadi di satu lokasi saja.

 

2. Heboh Awan Aneh Melingkar Mirip Cincin di Langit Kediri Saat Semeru Erupsi

Heboh Awan Aneh Melingkar Mirip Cincin di Langit Kediri Saat Semeru Erupsi

suara jatim

Warga kediri dihebohkan dengan munculnya fenomena awan aneh di langit. Awan ini muncul pagi tadi, Selasa (01/12/2020) dan membuat geger warga.

Banyak tafsir terkait kemunculan awan aneh ini. Namun bagi Dosen Fakultas Dakwah – Institut Agama Islam (IAI) Tribakti Lirboyo Kediri Imam Mubarok Muslim, kemunculan awan aneh tersebut bisa berkaitan dengan rangkaian kejadian alam sebelumnya.

Ia mencontohkan, adannya Gerhana Bulan Penumbra dan kejadian alam lainnya, misalnya aktivitas gunung berapi, mulai dari Gunung Merapi, Gunung Semeru.

“Ini menunjukkan kekuasaan Allah dan jangan disalahartikan mata Dajjal atau digambarkan dengan apapun dan tidak boleh disamakan. Ini hanya kekuasaan Allah yang luar biasa,” kata Gus Barok, panggilan akrabnya.

Seharusnya, kata dia, fenomena-fenomena seperti itu menyadarkan manusia tentang kekuasaan Alloh.

“Misalnya malam kita tertidur dan Allah menghidupkan kembali pada pagi hari. Atau melihat gunung yang tinggi menjulang atau aliran sungai yang mengalir dan lain sebagainnya atau melihat kelahiran bayi dan kematian,” kata pria berdandan nyentrik ini.

Masih kata Gus Barok, Firman Allah tentang awan ini bisa dilihat di : QS Faathir (35): 9. “Dan Allah, Dialah yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu,” tutupnya.

Dikutip dari beritajatim.com, media jejaring suara.com, pagi hari di awal bulan Desember 2020, masyarakat di Kediri, Jawa Timur dihebohkan dengan fenomena alam di langit. Fenomena aneh itu berupa awan berbentuk cincin atau lebih menyerupai mata satu berukuran besar. Gambar awan aneh itu terekam kamera ponsel sejumlah warga.

Karena dianggap peristiwa langka, foto-foto maupun video penampakan awan tersebut diabadikan. Sementara itu, dari foto maupun video yang beredar di grup-grup whatsapp, ada sebuah foto yang terlihat sangat jelas.

Di foto menampakkan tekstur awan aneh tersebut yang menyerupai bentuk ‘mata raksasa’. Bulatan oval itu dikelilingi oleh awan yang mirip dengan kerak tanah kerika mengalami kekeringan. Fenomena ini pun menuai reaksi yang beragam.

 

3.Fenomena Alam Unik di Wonosobo Awan Berbentuk V Berwarna Kuning

Fenomena Alam Unik di Wonosobo Awan Berbentuk V Berwarna Kuning

suara jateng

Masyarakat Wonosobo, Jawa Tengah digemparkan dengan kemunculan awan aneh berbentuk V dan berwarna kuning pada Jumat (4/9/2020) pagi. Awan tersebut sontak menjadi pusat perhatian masyarakat.

Penampakan awan berbentuk V dan berwarna kuning itu diunggah oleh akun Instagram @wonosobozone. Akun tersebut mengunggah foto dan video singkat penampakan awan unik di langit Wonosobo.

Salah seorang warga Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Wonosobo sempat mengabadikan momen langka itu. Fenomena tersebut terjadi sekitar pukul 6.00 WIB.

Adelina menjelaskan, fenomena tersebut hanya terjadi singkat sekitar 10 menit. Setelah itu awan berbentuk V berwarna kekuningan perlahan hilang dan berubah menjadi kabut. “Setelah 10 menit sudah beda, hilang dan berubah jadi kabut,” ungkapnya.

Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatoloigi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Semarang, Iis Widya Harmoko mengatakan, penampakan awan berbentuk V dan berwarna kuning itu adalah awan Altocumulus Lenticularis.

“Dari bentuknya itu termasuk awan Altocumulus Lenticularis. Dan kalau dilihat dari ketinggian dan lokasi (fenomena), ini termasuk jenis awan menengah,” kata Iis.

Awan menengah biasanya akan berbentuk halus. Awan tersebut menjadi berbentuk V karena orografi atau pembentukan awan oleh angin ke atas di ketinggian menengah.Awan jenis ini biasanya terbentuk di wilayah pegunungan. Febomena awan berbentuk V sama seperi fenomena awan seperti topi di puncak gunung.

“Awan ini sama dengan awan seperti topi pada puncak gunung, yang seperti itu juga Lenticularis,” ungkapnya.

Adapun warna kuning pada awan Altocumulus Lenticularis di langit Wonosobo itu muncul karena pantulan cahaya matahari. Terlebih, awan tersebut muncul di pagi hari sekitar pukul 6.00 WIB.

“Ya warna kuning itu pantulan cahaya matahari. Kalau tidak, warnanya biasa saja tidak kuning,” tuturnya.

 

 

4.Sempat Bikin Panik Muncul Awan Berbentuk Jamur

Sempat Bikin Panik Muncul Awan Berbentuk Jamur

suara.com

Sebuah fenomena alam unik terjadi dan sempat membuat panik warga sekitar, di mana muncul awan besar berbentuk jamur. Fenomena ini terjadi di Ukraina, ibukota Kiev, kurang dari 60 mil dari Chernobyl.

pihak berwenang Ukraina mengatakan kepada orang-orang untuk tidak panik. Penduduk setempat yang ketakutan memposting foto-foto awan itu di media sosial sebelum diberi tahu bahwa itu adalah fenomena alam kebetulan.

Berbagai pendapat disampaikan warga terkait fenomena langka ini.Para pejabat menjelaskan bahwa awan dengan formasi langka dikenal sebagai cloud landasan sehingga tidak ada alasan untuk kekhawatiran.

“Kami telah memiliki jenis-jenis awan ini sebelum di atas Oblast Kiev, Oblast Ternopil dan Vinnitsa yang stabil di stratosfer,” tulis mereka.Kebanyakan asimetris, memberi mereka penampilan seperti landasan, tetapi pada kesempatan langka mereka terbentuk secara simetris dan lebih mirip jamur.

Awan dapat menghasilkan petir dan bahkan peristiwa cuaca yang parah seperti tornado dan hujan es. Mereka biasanya tetap di tempat tidak peduli seberapa kuat angin sebelum menghilang. Sebaliknya, awan jamur cenderung tersebar oleh angin setelah sekitar satu jam.

Chernobyl adalah tempat bencana nuklir terburuk hingga saat ini ketika krisis reaktor pada 1986 membocorkan sejumlah besar radiasi ke daerah sekitarnya. Tragedi itu menyebabkan sekitar 100 kematian secara langsung tetapi diyakini lebih banyak nyawa melayang akibat efek jangka panjang dari paparan radiasi berlebih.

 

 

5.Hujan Es Berbentuk Virus Corona Peringatan untuk Tetap di Rumah

Hujan Es Berbentuk Virus Corona Peringatan untuk Tetap di Rumah

pikiran rakyat tasikmalaya

Hujan batu es besar yang disebut berbentuk virus Corona (Covid-19) terjadi di Meksiko. Para warga setempat menyangkutpautkan hal itu sebagai “tanda dari Tuhan untuk tetap tinggal di rumah”.

Kejadian tersebut terjadi di Montemorelos, Meksiko, dan warganet yang tinggal di wilayah tersebut membagikan gambar hujan es tersebut di media sosial dan menyebut bentuknya yang aneh karena mirip dengan virus Corona.Partikel-partikel virus Corona yang menjadi penyebab pandemi saat ini diketahui berbentuk bulat dan biasanya memiliki lonjakan seperti mahkota.

Menurut Jose Miguel Vinas, seorang ahli meteorologi dan konsultan dari World Meteorologist Organization, bentuk aneh dari batu hujan es itu sebenarnya sering terjadi dalam badai besar.Miguel Vinas menjelaskan bahwa di dalam badai, batu es akan mulai terbentuk sebagai bola kecil dan menumpuk lapisan es di atasnya.

“Selama badai yang sangat kuat ketika batu es sudah cukup besar dan menabrak, banyak dari batu es bersatu, saling menghancurkan dan menumbuk satu sama lain, membentuk paku es. Jadi yang jatuh ke tanah adalah piringan es yang tergencet, hancur menjadi bentuk seperti itu oleh pukulan keras atau peleburan batu es berukuran berbeda, yang menghasilkan bentuk bintang ini,”

Salah satu pengguna media sosial bernama Darlene berkomentar dalam media sosialnya dan menulis, “Kemarin hujan batu es virus Corona, Tuhan mengirimkannya ke rumah kami untuk mengingatkan kami agar tetap berada di rumah.”

Pengguna media sosial lainnya juga berkomentar, “Apakah ini pesan bawah sadar dari pencipta kita?”

Menurut Johns Hopkins Coronavirus Resource Center, saat ini Meksiko tercatat memiliki kasus virus Covid-19 sebanyak 51.633 kasus dengan kematian sebanyak 5.332 jiwa.

 

6.Misteri Hujan Berwarna Hitam di Jepang

Misteri Hujan Berwarna Hitam di Jepang

Grid.id

Masyarakat Jepang dibuat heboh dengan turunnya hujan berwarna hitam atau disebut dengan Black Rain. Kejadian itu menimbulkan sejumlah teori dan spekulasi yang beredar di berbagai situs media sosial. Mulai dari kejatuhan nuklir, polusi, hingga kebakaran pabrik.

Mayoritas laporan Black Rain datang dari Kota Hasuda, tetapi daerah yang terkena dampak lainnya termasuk Ageo, Iwatsuki dan Kuki, serta Saitama. Foto-foto penampakan hujan hitam itu beredar di Twitter pada 2 Maret dengan tagar #blackrain.Dikutip laman Sora24, para pejabat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menyelidiki situasi tersebut setelah mendapat keluhan dari warga tentang genangan hitam di mana-mana.

Black Rain dianggap sebagai pertanda buruk yang sangat serius di Jepang, sejak serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Pada Perang Dunia II, Amerika Serikat meluncurkan dan menjatuhkan bom atom pertama di dunia di Hiroshima pada Agustus 1945.Bom kedua dijatuhkan di Nagasaki pada tiga hari kemudian. Insiden pertama menewaskan 120 ribu orang. Beberapa zat radioaktif melesat ke atmosfer dan menyebabkan “Black Rain” di seluruh area serangan nuklir.

Meski begitu, tidak ada laporan aktivitas nuklir yang ditemukan di Saitama. Hal itu pun mengembangkan spekulasi lain. Beberapa orang menyebut bahwa hujan hitam datang dari rudal nuklir Korea Utara yang diluncurkan hari itu.

Masyarakat juga mengatakan bahwa itu mungkin berasal dari kebakaran di sebuah pabrik di Noda, Prefektur Chiba, di mana pencampuran asap dengan pewarna bisa menyebabkan warna hitam.Hingga berita diturunkan masih belum ada informasi resmi dari pihak terkait seputar hujan berwarna hitam ini.

 

7.Bun Upas Turun di Dieng pada Musim Penghujan

Bun Upas Turun di Dieng pada Musim Penghujan

suara.com

Fenomena tak lazim terjadi di dataran tinggi Dieng. Embun es atau embun upas alias bun upas mendadak muncul di saat musim penghujan mencapai puncaknya. Foto-foto penampakan embun es yang menyelimuti tanaman di kompleks Candi Arjuna Dieng pun beredar di media sosial dan ramai dibicarakan.

Aryadi Darwanto, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Objek Wisata Dieng Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara membenarkan peristiwa itu. Bahkan ia sendiri ikut mengabadikan momentum langka itu.”Iya ada embun es akan tetapi tipis,” tukasnya membenarkan.

Aryadi Darwanto pun ikut terkejut dengan fenomena ini. Tidak biasanya embun es turun di musim penghujan yang suhunya terasa lebih hangat. Masyarakat selama ini pun sudah mengetahui bahwa kemunculan bun upas adalah di saat musim kemarau.

Saat kemarau, kemunculan bun upas biasanya ditandai dengan kondisi cuaca terik dan suhu yang terus menurun pada malam harinya. Hawa dingin terasa semakin kuat. Paginya, biasanya bun upas sudah menyelimuti tanaman di kompleks candi hingga terlihat seperti hamparan salju.

Namun pada kemunculan bun upas kali ini, tanda-tanda itu tak terlihat sempurna. Memang, kemarin pagi, kata Aryadi Darwanto, cuaca di Dieng cukup cerah. Namun tak berlangsung lama, pada siangnya, cuaca berubah mendung sampai gerimis turun. Pada sore dan malam harinya, langit kembali cerah. Ia bahkan melihat langit yang biasanya suram kini bertabur bintang.

“Jam 8 malam itu langit bening, tidak ada awan, dan banyak bintang,” ujarnya saat mengamati kejadian alam di malam sebelumnya.

Suhu di Dieng terus turun hingga pagi harinya. Aryadi Darwanto sengaja mendatangi Candi Arjuna sepagi mungkin, sekitar pukul 05.30 WIB karena merasa ada yang janggal tentang cuaca hari itu. Ia pun terkejut saat melihat sebagian tanaman diselimuti embun yang mengkristal. Tidak semua hamparan tanaman terkena karena bun upas hanya turun tipis.

Pagi ini cuaca di Dieng cukup terik. Ia tak mengetahui apakah bun upas akan kembali muncul esok hari. Jika bulir es kembali turun, hal itu bakal menjadi berkah bagi wisatawan yang tengah berlibur akhir pekan di Dieng.

 

8.Hanya Fenomena Alam Ubur-ubur Muncul di Pesisir Pantai

Hanya Fenomena Alam Ubur-ubur Muncul di Pesisir Pantai

suara.com

Ubur-ubur dalam jumlah banyak muncul di kawasan pesisir pantai Ancol, Jakarta Utara. Pihak Ancol menganggap hal tersebut adalah fenomena alam yang sudah biasa terjadi.

Department Head Corporate Communications Ancol Taman Impian, Rika Lestari mengatakan fenomena munculnya ubur-ubur selalu terjadi setiap tahun. Menurutnya hewan tak bertulang belakang ini muncul karena pergantian musim.

“Ini bukan sesuatu yang menakutkan. Ini kan memang fenomena alam. Ya memang karena ada perubahan cuaca, tahun lalu juga bulan Oktober (kemunculannya),” ujar Rika saat dihubungi, Rabu (9/10/2019).

Menurut Rika, jumlah ubur-ubur yang muncul saat ini di pantai lebih banyak dari bulan lalu. Namun jumlahnya lebih sedikit dari tahun lalu di bulan yang sama.

“Waduh, saya enggak ngitungin tuh (jumlah ubur-ubur). Yang pasti kita melakukan upaya preventif,” jelasnya.

Jenis ubur-ubur yang paling banyak, kata Rika, adalah blubber jelly fish yang tidak berbahaya. Karena itu ia meminta agar masyarakat tak perlu khawatir berkunjung ke Ancol karena situasinya masih kondusif.

Pihaknya juga terus melakukan penanganan agar ubur-ubur tidak mendekat ke pesisir. Namun ia meminta para pengunjung berhati-hati dan tidak melakukan kontak langsung dengan ubur-ubur tersebut.

“Pengawasan kita masih intensif. Jadi kita tidak ada sesuatu penutupan atau segala macam. Tapi kita lakukan imbauan melalui lisan dan papan pengumuman,” pungkasnya.

 

9. Jarang Terjadi Seperti Apa Pesona Fenomena Langka Pelangi Api

Jarang Terjadi Seperti Apa Pesona Fenomena Langka Pelangi Api

suara.com

Fenomena optik atsmosfer yang terjadi ketika sinar matahari maupun sinar bulan melintasi awan tipis yang terbentuk dari kristal es ini disebut circumhorizontal arc atau pelangi api.

Fenomena ini acap terjadi selama musim panas. Terlebih saat matahari berada di posisi sangat tinggi, pancaran sinar matahari akan membentuk kristal es segi enam nan puspa warna yang disebut pelangi api.

Saat pelangi api terjadi, matahari harus berada pada ketinggian 58 derajat, lantas sinarnya melintasi awan berbentuk plat kristal es di langit.